Jenifer Lopez Dapat Pujian dari Film Hustlers

Apakah anda rindu dengan penampilan Jennifer Lopez? Jika anda sudah sangat rindu dengannya, tenang saja, sekarang film barunya yang berjudul Hustlers akan menghibur anda karena di sana lah ia berakting.

 

Tentang Film Hustlers

Sebuah film yang datang dengan genre drama-komedi ini didasari dari kisah nyata. Hustlers sendiri berlatar belakang kota New York yang sedang di awal tahun 2008. film ini berkisah tentang sindikat kejahatan sejumlah penari striptis yang memiliki kemampuan mencuri uang pelanggannya yang kebanyakan adalah karyawan Wall Street dengan penghasilan yang sangat amat fantastis.

 

Kasus penipuan ini jadi topik perbincangan kembali saat artikel wawancara dengan pelaku-pelakunya ditulis Jessica Pressler. Artikel itu dirilis pada tahun 2015 dengan judul The Hustlers at Score. Bintang-bintang besar menghiasi film Hustlers ini, sebut saja Lopez, Julia Stiles, Constance Wu, Lili Reinhart sampai dengan Cardi B. Dalam ulasannya, Rotten Tomatoes memberikan nilai 88% bagi Hustlers.

 

Fakta-Fakta Jennifer Lopez yang Tuai Pujian di Film Hustlers 

Bergabungnya Jennifer Lopez dalam film Hustlers ini kemudian membuatnya disoroti dan diperbincangkan kritikus-kritikus. Ia dianggap berperan dengan sangat baik dalam film ini. Lopez dalam film Hustlers ini berperan sebagai penari erotis di klub malam bernama Ramona Vega.

 

Sejumlah kritikus menilai bahwa aktingnya stabiil. Aura yang dipancarkannya sangat terlihat terlebih saat menari di tiang dengan busana superseksi. Performanya juga disebut sebagai yang terbaik sepanjang karirnya. Bahkan dinilai layak untuk jadi Nominee Oscar 2020.

 

Ini lah beberapa fakta menarik tentang Jennifer Lopez yang menjadi pemeran utama dalam film Hustlers.

 

  • Mantan penari Janet Jackson

Jennifer Lopez lahir di New York, tepatnya 24 Juli 1969. pertama kalinya ia mengenal seni peran saat dirinya mendapatkan peran dalam film My Little Girl (1986) yang saat itu ia mendapatkan peran sebagai Myra. Sejak saat itu lah Lopez mengejar mimpinya menjadi bintang terkenal.

 

Ia menyebar menjadi penari latar boyband terkenal New Kids on The Block di tahun 1991 dalam lagu Games yang ada di ajang American Music Awards ke-18. dua tahun setelahnya, ia lolos sebagai penari latar Janet Jackson dalam Janet World Tour.

 

  • Pernah Berbisnis Kuliner

Aktris yang dikenal serba bisa ini pernah menjajal bisnis kuliner namun sayangnya restoran yang dibukanya tutup. Ia mendirikan restoran Madre’s di Pasadane, California, AS, dengan desain restoran seperti dapur ibunya. Jargonnya adalah “Kamu adalah apa yang kau makan, dan siapa yang tidak ingin seperti J.Lo?”

 

  • Tak miliki mobil

Sampai ulang tahunnya ke-50 siapa sangka bahwa bintang besar sekelas J.Lo tak memiliki mobil dan sudah 25 tahun tak petir jitu menyetir mobil? Namun bukan berarti pemilik album berjudul This is Me…Then ini miskin. Faktanya adalah pendapatan kotor akumulatif seluruh filmnya bisa menacapi 3,1 miliar dolar AS atau setara dengan 43,4 triliun rupiah.

 

Sepanjang karirnya, ia menjual 80 juta album rekaman juga. Tidak heran kalau majalah Forbes menempatkannya di posisi ke-38 sebagai orang paling berpengaruh sedunia. Tahun lalu Times pun memilihnya sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh sejagat.

 

Demikian lah beberapa fakta menarik dari Jennifer Lopez yang menjadi bintang utama dalam film terbarunya, Hustlers yang sudah tayang di bioskop-bioskop kesayangan anda. Jika anda penasaran, langsung book tiket untuk menontonnya sekarang!

Rilis 23 Maret 2018, ‘PACIFIC RIM: UPRISING’ Dikritik Buruk?

Saat dirilis tahun 2013 silam, tidak ada yang menyangka jika PACIFIC RIM mampu sukses besar. Dengan budget USD 190 juta, film yang diarahkan Guillermo del Toro itu mengumpulkan USD 411 juta dari peredarannya di seluruh dunia. Saat itu petinggi Warner Bros mampu tersenyum lebar karena juga meraih review positif. Hampir lima tahun berselang, sekuelnya berjudul PACIFIC RIM: UPRISING resmi dirilis pada 23 Maret 2018.

 

Hanya saja dalam sekuelnya ini ada banyak sekali perubahan terjadi. Yang paling jelas adalah bangku sutradara berubah dari del Toro menjadi Steven S DeKnight. Bukan cuma itu saja, pihak studio pun berubah menjadi Universal. Dua aktor utamanya yakni Charlie Hunnam (Raleigh Becket) dan Idris Elba (Jenderal Stacker Pentecost) tidak kembali. Dalam PACIFIC RIM: UPRISING, posisi aktor utama ditempati oleh John Boyega sebagai Jake Pentecost, putra dari sang pahlawan legendaris Stacker.

 

Kisah PACIFIC RIM: UPRISING fokus paa sosok Jake yang tumbuh berbeda dengan sang ayah hingga berakhir di penjara. Mako sebagai kakak angkat Jake pun membawanya dan kedua temannya, Nate Lambert (Scott Eastwood) dan Amara Namani (Caile Spaeny) untuk jadi kadet Jaeger karena ada ancaman baru saat Kaiju dibangkitkan kembali.

 

Beberapa hari dirilis, PACIFIC RIM: UPRISING pun tak luput dari kritikan negatif. Banyak penonton menilai kalau kendati efek visual dipaparkan sangat canggih kala pertarungan para Jaeger, PACIFIC RIM: UPRISING dinilai sangat lemah dalam pembangunan emosi antara karakter.Kendati karakter Jake dibangun cukup kuat termasuk mengenai plot-nya, PACIFIC RIM: UPRISING seolah memberikan kesan mudah terlupakan saat setiap adegan usai hingga film berakhir.

 

Semesta ‘PACIFIC RIM’ Masih Akan Diperluas

 

Meskipun mendapat kritikan negatif, penonton global sepertinya masih bisa menikmati PACIFIC RIM: UPRISING. Di hari perilisannya kemarin, PACIFIC RIM: UPRISING berhasil mengumpulkan USD 10,3 juta dan langsung menggesert BLACK PANTHER yang meraih USD 4,3 juta dalam pekan ini. Dengan hasil yang masih memuaskan ini, petinggi Universal dikabarkan langsung memberi lampu hijau untuk film ketiga para Jaeger.

 

Universal sendiri memang tengah berambisi menciptakan semesta tersendiri yakni Monsterverse. Seperti namanya, Universal bakal menyuguhkan para robot dan monster raksasa yang berjibaku di Bumi. Bahkan dalam asalah satu adegan PACIFIC RIM: UPRISING, terlihat peluang Monsterverse ini. Adegan ini ada pada akhir PACIFIC RIM: UPRISING saat Jake mengindikasikan bakal ada sesuatu yang lebih besar bakal datang dan itu bukanlah Kaiju melainkan monster lain yang bakal membuat perhitungan dengan manusia.

 

Bukan tanpa alasan jika Universal ingin membuat semesta monster ini lebih lebar bahkan bisa bersaing dengan Disney-Marvel lewat Marvel Cinematic Universe (MCU) atau Warner Bros-DC dengan DC Extended Universe (DCEU).Namun Universal berharap kalau seri film PACIFIC RIM ini tidak senasib dengan TRANSFORMERS yang meski sukses di box office, justru banjir hujatan.

 

Jaeger dan Godzilla Bakal Berjumpa?

 

Sutradara DeKnight dalam wawancaranya dengan Collider sempat berujar kalau ada kemungkinan Jaeger bakal login pulsa777 berjumpa dengan monster lainnya dalam semesta yang diciptakan Universal dan Legendary Pictures. Salah satu favorit adalah Jaeger bisa berjumpa dengan sang Godzilla. Bahkan DeKnight berpendapat kalau proses itu akan terjadi setelah film ketiga PACIFIC RIM dirilis.

 

Hal ini semakin menarik karena Universal sudah berencana akan membuat film GODZILLA VS KONG pada  tahun 2020 nanti sebagai bagian semesta monster mereka. Bagaimana?

Meski Menang Lawan Singapura, Timnas U-23 Masih digentayangi Masalah Klasik

Kabar baik datang dari Timnas Indonesia U23 yang sukses mengalahkan Timnas Singapura dengan skor cukup fantastis yakni 3-0 pada Rabu malam (21/3) waktu setempat. Ada 3 gol yang berhasil dicetak oleh tim arahan Luis Milla yakni gol yang dicetak oleh Septian David Maulana, Muhammad Hargiyanto, dan Febri Hariyadi. Tentu saja itu adalah sebuah hasil yang menggembirakan yang diraih oleh skuat Merah Putih. Akan tetapi skuat Garuda pasalnta masih saja digentayangi oleh masalah klasik yang sama dan masih juga belum bisa dipecahka oleh Milla.

Masalah Pertama: Krisis Striker

Masalah klasik yang terus saja menjadi masalah yang belum ada jalan keluarnya adalah masalah krisis striker. Ezra Walian yang mana sekali lagi mendapatkan kesempatan sebagai starter ketika melawan Singapura pun tak bisa bermain bagus semalam. Bomber dari Almere City itu nampaknya masih tumpul dalam memanfaatkan beberapa peluang. Salah satu buktinya yang sangat nyata adalah peluang emas yang ada di menit ke-25.

Ezra yang pada saat itu mendapatkan umpan yang jauh, tidak bisa mencetak gol. Tendangannya sayang sekali masih bisa ditepis oleh kiper Singapura, Zharfan Rohaizad. Padahal peluang itu jelas dan nyata, ia tinggal berhadapan saja dengan Zharfan. Hal itu lah yang membuat Milla mencari lagi sosok striker yang pantas dan tepat namun kembali mentah lagi. Timnas Indonesia nampaknya lagi dan lagi hajya mengandalkan para pemain gelandangnya saja ketimbang strikernya.

Hal ini bisa dibuktikan saat kita menengok kembali 3 gol yang tercipta pada laga tadi malam. Tiga gol tersebut malahan disumbangkan oleh para gelandang yang menjadi andalan.

Sebenarnya Milla sempat memanggil 1 striker lagi yakni Ahmad Nur Hardianto. Akan tetapi sayangnya, Ahmad tidak sampai ikut ke Singapura karena dirinya sedang menderita penyakit herma.

Di pertandingan-pertandingan sebelumnya, pelatih asli Spanyol itu juga sempat mempercayakan tugas tukang bobol gawang pada Marinus Wanewar di ajang SEA Games 2017 di Malaysia. Walau demikian, Milla pun nampak kurang puas dengan kinerja dan performa daro pemain yang berasal dari Papua tersebut.

Lalu ia memanggil striker naturalisasi yang berasal dari Montenegro yakni Ilija Spasojevic di beberapa kesempatan uji coba termasuk pada turnamen Tsunami Cup tahun 2018. Namun lagi-lagi Milla nampaknya masih saja belum yakin.

Mantan pemain klub Real Madrid dan Barcelona ini juga beberapa kali menjalankan strategi ‘false nine’ atau juga memasang gelandang serang di posisi striker.

Misalnya saja Ilham Udin Armaiyn yang sering sekali menjadi langganan striker dadakan. Bahkan di babak pulsa777 login kedua juga Ilham dimainkan untuk menggantikan Ezra menjadi striker dadakan.

Masalah Kedua: Tak Ada Pelapis Play-Maker

Satu lagi masalah yang ada pada klub Garuda ini yakni tidak adanya pelapis play-maker. Evan Dimas yang absen pada laga malam tadi membuat Milla harus putar otak lagi karena tim Garuda mengalami ujian.

Lalu Milla mencoba untuk memasukkan Saddil ke belakang striker dengan maksud dan tujuan Saddil bisa menjadi pengatur serangan yang mana meneruskan aliran bola dari depan, tengah, dan juga belakang.

Namun sayangnya upaya tersebut juga kerap sekali mandek. Gol semata wayangnya Timnas Indonesia di babak pertama yang mana diciptakan oleh Febri pun bukan berdasarkan skema permainan. Pemain dari Persib tersebut membobol gawang Timnas Singapura lewat tendangan jarak jauh di luar kotak penalti.